Mengabadikan Moment dengan Tulisan

Menggugah semangat untuk menulis bagi pemula susah-susah gampang, terutama untuk guru. Menulis belum menjadi tradisi bagi guru. Guru kita masih merupakan guru biasa, begitu menurut Dedi Dwitagama pemateri kedua pada pelatihan guru ngeblog di SMK Negeri 27 Jakarta. Tulisan adalah salah satu “prasasti” yang dapat dibaca dan menjadi saksi sejarah perjalanan hidup kita.

Banyak kendala untuk produktif menulis di blog. Aktifitas yang padat menjadi alasan  umum tidak aktif menulis. Tapi keinginan yang kuat untuk menulis setiap hari dapat menjadikan seseorang produktif menulis.Menulis aktifitas sehari-hari walaupun sederhana mungkin dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.,yang berarti memberi manfaat bagi orang lain.

Manfaat menulis dan di publikasikan di blog, dapat mengasah kemampuan menulis guru dan semangat untuk berbagi ilmu dengan orang lain.

Sejuta Guru Ngeblog

Pelatihan guru ngeblog, di ahad pagi tetap semangat walaupun hujan. Pelatihan yang diselenggarakan di SMK Negeri 27 ini menghadirkan para guru ngeblog :  Wijaya Kusuma (Omjay), sebagai pemrakarsa pelatihan ini, yang juga seorang blogger dengan berbagai penghargaan dampak dari aktivitas ngeblognya, Yulef Dian, Sukani, Dedi Dwitagama dan Namin AB. Menurut Omjay sang empunya hajat peserta yang mendaftar melalui akun socmed pribadi beliau baik melalui facebook dan blog, mencapai 70 orang, melebihi target semua sebanyak 50 orang, hujan yang mengguyur Jakarta sejak subuh menyebabkan peserta yang hadir belum setengahnya hingga mendekati pukul 9 pagi.

Sebagai pembicara pertama Yulef Dian memulai dengan memperkenalkan apa itu blog, cara membuat blog, mengelola blog dan menjadi guru ngeblog. Pertanyaan dan kesulitan yang ditemui peserta dalam membuat blog, dilayani dengan senang hati. Masalah koneksi internet yang umum terjadi, sehingga membuat “galau” peserta dan “macet” dalam mengikuti pelatihan ini. Walaupun demikian sesi pertama pelatihan ini berakhir dengan cukup “damai”.